Langsung ke konten utama

Merangkum Materi Pkkmb Day 2

 Materi 1

KH Ma'ruf Khozin - Ketua Aswaja Center, PWNU 

Jawa Timur

Tema:

Mahasiswa UNUSA sebagai generasi Aswaja An-Nahdliyah


Perguruan tinggi sekarang berubah cepat karena era digital dan Revolusi Industri 4.0. Belajar nggak cuma di kelas, tapi juga lewat e-learning, MOOC, dan webinar yang bisa diakses kapan aja, di mana aja. Kurikulumnya juga makin modern, masukin teknologi baru kayak AI, big data, dan IoT, plus tetap ngasah soft skills seperti kreativitas, kerja sama, dan problem solving.

Kampus sekarang makin digital, pakai jaringan cepat, lab virtual, dan software kolaborasi. Selain itu, banyak kerja sama dengan kampus luar negeri, perusahaan teknologi, sampai startup. Semua itu dipakai untuk ningkatin pembelajaran, riset, sampai inovasi. Jadi, perguruan tinggi bukan cuma tempat kuliah, tapi juga jadi pusat inovasi dan pencetak lulusan yang siap menghadapi dunia kerja di era 4.0.


Resume Materi 2

Prof. Dr. Haryono Umar, SE., Ak., M.Sc., CA

Tema: Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi


Korupsi itu ibarat kanker yang merusak bangsa: bikin pembangunan macet, rakyat sengsara, dan kepercayaan publik hilang. Karena itu, melawan korupsi bukan cuma tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua. Nah, generasi muda punya peran penting sebagai harapan bangsa untuk menciptakan Indonesia yang bersih dari korupsi.

Kenapa generasi muda penting? Karena kita adalah calon pemimpin masa depan, punya energi, kreativitas, kemampuan teknologi, dan pola pikir kritis untuk melawan budaya korupsi. Kuncinya ada di integritas: jujur, konsisten, adil, bertanggung jawab, berani menolak suap, dan mandiri.

Cara mulai? Dari hal kecil: jujur waktu ujian, nggak nyontek, nggak pakai jalur belakang, hidup sederhana, dan tolak gratifikasi. Kita juga bisa pakai teknologi buat awasi pemerintah, ikut diskusi/komunitas anti korupsi, aktif di organisasi, sampai bikin solusi digital yang transparan.

Tantangannya ada: budaya nepotisme, godaan jalan pintas, sampai rasa takut melapor. Tapi kalau generasi muda bersatu, punya integritas baja, dan berani bersuara, Indonesia bebas korupsi bukan lagi mimpi. Kita adalah agent of change sekaligus pahlawan anti korupsi masa kini.


Resume Materi 3

KH. Ma’ruf Khozin – Ketua Aswaja Center PWNU Jawa Timur

Tema: Mahasiswa UNUSA sebagai Generasi Aswaja An-Nahdliyah


Mahasiswa UNUSA otomatis jadi bagian dari NU, karena kampus ini berdiri di bawah naungan NU. Itu artinya, mahasiswa punya peran penting sebagai penerus Aswaja An-Nahdliyah.

Aswaja artinya Ahlusunnah wal Jama’ah, paham Islam yang moderat: nggak ekstrem kanan atau kiri, menghargai perbedaan, dan mengutamakan kemaslahatan. Sedangkan An-Nahdliyah berarti corak NU yang menekankan sikap seimbang, toleran, dan damai.

Sebagai mahasiswa UNUSA, peran kita ada beberapa:

1. Penjaga Tradisi NU → belajar kitab kuning, ngaji, dan memahami khasanah ilmu klasik.

2. Agen Moderasi → menolak radikalisme, menyebarkan Islam rahmatan lil ‘alamin, dan membangun dialog antar budaya/agama.

3. Pejuang Sosial → aktif di kegiatan masyarakat, dakwah sosial, peduli lingkungan, dan anti-korupsi.

4. Inovator → menggabungkan nilai Aswaja dengan teknologi, melawan hoaks, serta melestarikan budaya lokal.


Di UNUSA, hal ini diwujudkan lewat kurikulum (mata kuliah ke-NU-an & Aswaja), organisasi mahasiswa seperti PMII/IPPNU, majelis taklim, hingga festival budaya NU. Tantangannya adalah menjaga identitas Aswaja di era globalisasi, melawan radikalisme digital, dan membuktikan bahwa nilai-nilai NU relevan dengan zaman modern.

Kesimpulan:

Mahasiswa UNUSA bukan cuma cari ijazah, tapi juga jadi kader NU yang moderat, toleran, cinta tradisi, sekaligus siap menjawab tantangan masa depan. Kita adalah generasi penerus yang menjaga warisan ulama dan membawa NU tetap relevan di era sekarang


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Laksanakan KKN Internasional di Selangor, Mahasiswa Unusa Fokus pada Isu Kesehatan Santri

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya ( Unusa ) melaksanakan KKN Internasional di Selangor, Malaysia, selama 15 hari sejak 5 Juli. Program ini diikuti oleh delapan mahasiswa dengan fokus pada isu-isu kesehatan santri, seperti skabies, kesehatan reproduksi, hingga pencegahan kehamilan dini. Berbagai kegiatan dilakukan, antara lain penyuluhan tentang pencegahan dan pengobatan skabies, pemeriksaan kesehatan gratis yang mencakup cek tekanan darah dan gula darah, serta edukasi mengenai dismenore dan cara mengatasinya. Selain itu, tim KKN juga membagikan paket perawatan kesehatan reproduksi kepada santri putri dan memberikan penyuluhan tentang pentingnya perencanaan keluarga serta pencegahan kehamilan dini. Ainun Fitria selaku perwakilan kelompok menegaskan bahwa seluruh program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan santri mengenai kesehatan. Ia berharap pengalaman KKN ini tidak hanya memberi manfaat bagi para santri, tetapi juga menjadi langkah awal kolaborasi U...

Resume Materi Pkkmb Hari Ketiga Fakultas (Blog materi ke 1)

PKKMB Fakultas Kesehatan UNUSA 2025 dibuka dengan sambutan Kak Nuril Hidayati dan Prof. S.P. Edijanto, SPPK yang mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu kuliah 3–4 tahun. Bu Linda menyampaikan visi-misi FKes bersama tim civitas akademika. Materi pertama oleh Bu Catur Wulandari, S.ST., M.Gizi membahas Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Sebagai mahasiswa baru, kita diajak aktif belajar, ikut penelitian seperti skripsi, kolaborasi dengan dosen, hingga berkesempatan dapat hibah penelitian. Penelitian ini jadi bekal untuk mengajar sekaligus pengabdian, yang bisa diwujudkan lewat KKN, PKM, atau kegiatan Hima/BEM seperti pemeriksaan kesehatan gratisosialisasi. Silahkan berkunjung ke sosial media Unusa  :  - Facebook : https://ww w.facebook.com/unusaofficialfb - Instagram : https://www.instagram.com/unusa_official/ - Youtube : https://www.youtube.com/@unusa_official - Twitter ( X ) : https://x.com/unusa_official?lang=en - Tiktok : https://www.tikt...

Merangkum Materi Pkkmb Day 1

- Prof Yudi Latif, MA., Ph.D -,Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara. Jati Diri dan Bela Negara untuk Kita Semua Sekarang ini banyak banget perubahan di kehidupan berbangsa dan bernegara yang kadang bikin kita khawatir. Supaya Indonesia tetap kuat, kita harus balik lagi ke jati diri bangsa: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Sebagai generasi muda, kita juga punya peran dalam bela negara. Caranya nggak harus angkat senjata kok. Bisa lewat belajar kewarganegaraan, ikut kegiatan positif, sampai ikut kampanye atau gerakan yang bikin kita makin cinta Indonesia. Intinya, bela negara itu untuk jaga kedaulatan, persatuan, dan ketahanan bangsa. Kalau kita semua peduli, Indonesia pasti tetap berdiri kokoh di tengah tantangan zaman. - Erisandy Yudhistira Priority Banking Manager Bank Mandiri tema : Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan mahasiswa Literasi Keuangan buat Mahasiswa: Kenapa Penting & Gimana Caranya? Sebagai ...